Langsung ke konten utama

Postingan

KEGAGALAN PROGRAM-PROGRAM KERAKYATAN

Oleh: Sarinah Banyak sekali program kerakyatan yang ditawarkan oleh pemerintah maupun elit-elit dan partai-partai politik apalagi pada saat pemilu yang belum lama berselang. Program-program kerakyatan yang akrab di telinga masyarakat di antaranya pendidikan dan kesehatan gratis, PNPM untuk memodali usaha kecil, BLT dan sebagainya. Program kerakyatan ini sudah bukan hal yang luar biasa dan istimewa bagi rakyat, karena seringnya dijajakan dalam Pilkada maupun Pilpres. Pada kenyataannya program ini lebih banyak menemui kegagalan atau dilaksanakan setengah-setengah.

Untuk Kaum Perempuan dan Kaum Buruh yang Berjuang

Judul Buku              : Ibunda Penulis                     : Maxim Gorki Penerjemah             : Pramoedya Ananta Toer Penerbit                   : Kalyanamitra, Jakarta Cetakan                  : Kedua, Juni 2002 Tebal                       : xxi + 513 halaman; 21 cm IBUNDA dan Kebangkitan Perempuan Indonesia Oleh: Melani Budianta APA RELEVANSI novel Ibunda karya pengarang revolusioner Rusia, Maxim Gorki pada akhir tahun 2000? Ketika blok komunis dan sosialis di Eropa Timur dan Barat runtuh tembok-temboknya dan Cina membuka pintunya kepada pasar, apa maknanya membaca kembali karya yang telah mencuat sebagai prototype novel revolusi...

CINTA

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? ketika kita menangis? ketika kita membayangkan? Itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat. Ketika kau menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan mu, kau bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan cinta. Ada hal2 yang tidak ingin kau lepaskan, seseorang yang tidak ingin kau tinggalkan, tapi melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan suatu awal kehidupan baru, kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti, mereka yang telah dan tengah mencari dan mereka yang telah mencoba. karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

Jelang 10 November: Kutuk Aparat Polisi, BEM STAIN Gelar Aksi di Depan Kampus

Kutuk Aparat Polisi, BEM STAIN Gelar Aksi di Depan Kampus Hari ini (Senin, 01/11), jam 10.00 Wita, BEM Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Datokarama Palu menggelar aksi di depan kampus. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kecaman terhadap tindak represi aparat pada aksi sebelumnya empat hari yang lalu. Dilaporkan pula, Supriadi, mahasiswa Universitas Al-Khairaat (UNISA) Palu sampai hari ini belum dapat berjalan akibat kekerasan aparat polisi dalam aksi 28 Oktober lalu. Turut pula unsur-unsur organisasi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa Indonesia (AMPIBI) menghadiri aksi mimbar bebas yang diwarnai dengan aksi bakar ban itu.

KRONOLOGIS AKSI 28 Oktober 2010

10.45                       :   -      700-an massa aksi berkumpul di taman Gor. 11.05                       :   -      Menuju sasaran aksi melewati jalan Mawar.                                       -      Orasi politik dari Irwan perwakilan HMI-MPO. Dengan lantang ia meneriakkan, “Jangan pernah berharap ada perubahan kalau dalam pikiran kalian masih ada rasa takut pada hari ini. Jangan pernah bermimpi akan ada perubahan kalau di dalam hati kalian masih terbersit rasa takut pada siapapun. Hari ini,...

28 Oktober, Melaporkan Gerakan Persatuan Rakyat untuk Penggulingan Rejim SBY dari Lembah Palu

Pukul 10.00 Wita, suasana sudah ramai di taman Gor Kota Palu. Hampir semua organisasi sudah berkumpul. Tinggal menunggu barisan massa aksi dari BEM Unisa dan BEM Stain yang mengawali aksi mereka dari kampus masing-masing yang terletak di jalan Diponegoro. Berbagai bendera organisasi berkibar-kibar manis di tiang masing-masing yang terbuat dari bambu maupun rotan. Sementara di bawah kibaran bendera-bendera terhampar spanduk dengan guratan kata-kata: “Kaum Muda Bersatu: Gulingkan Pemerintahan SBY.” Para wartawan juga sudah berdatangan, bahkan sudah ada yang meminta selebaran maupun pernyataan sikap. Adapula polisi berpakaian preman yang sudah warawiri sok menyamar jadi wartawan dengan bertanya sana-sini.