Langsung ke konten utama

Postingan

Masyarakat Bisa Menolak REDD

Proses pembahasan skema Reducion Emission From Deforestation and Forest Degradation  (REDD) yang ditangani Kelompok Kerja (Pokja) United Nations on REDD (UN-REDD) merupakan tahap penyiapan (readiness) implementasi REDD pada 2012 nanti. Penyiapan tersebut meliputi memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai REDD, penyusunan strategi nasional dan strategi daerah, kemudian bagaimana mengukur kadar atau level karbonnya, serta bagaimana menghitung penurunan karbon, dan juga menyiapkan para pihak yang berkepentingan dalam program tersebut. Para pihak tersebut adalah pemerintah, private sector (kalangan bisnis), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan masyarakat lokal maupun masyarakat adat. Penyiapan tersebut termasuk carbon payment mechanism (mekanisme pembayaran karbon) yang menguntungkan masyarakat. Olehnya penting agar semua pihak memiliki kesepahaman mengenai REDD itu sendiri. Demikian menurut Ketua Fasilitator REDD, Didi Suhariadi di kantor Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah, pada...

Resume Situasi Sulawesi Tengah tahun 2009

Situasi Daerah Ø   Kapitalisme sebagai tahap tertinggi/akhir dari masyarakat berkelas yang didorong oleh krisis-krisisnya telah mengintegrasikan dunia ke dalam satu cara produksi kapitalis. Ø   Kebijakan neoliberalisme sebagai obat dari krisis kapitalisme, yang saat ini dipakai sebagai mazhab ekonomi di Indonesia semakin memperdalam kemiskinan rakyat Indonesia, termasuk di daerah Sulawesi Tengah. Ø   Pada prinsipnya, berbagai kebijakan politik yang diproduk di Sulawesi adalah untuk memperkuat berbagai kebijakan rezim neoliberal untuk memuluskan masuknya modal asing. Apalagi, karakter borjuis lokal/elit daerah yang pengecut, bertenaga produktif sangat rendah, berpolitik untuk bisa korupsi, sehingga tidak heran banyak elit-elit politik yang menjadi kaya mendadak setelah memegang jabatan politik tertentu.

KEGAGALAN PROGRAM-PROGRAM KERAKYATAN

Oleh: Sarinah Banyak sekali program kerakyatan yang ditawarkan oleh pemerintah maupun elit-elit dan partai-partai politik apalagi pada saat pemilu yang belum lama berselang. Program-program kerakyatan yang akrab di telinga masyarakat di antaranya pendidikan dan kesehatan gratis, PNPM untuk memodali usaha kecil, BLT dan sebagainya. Program kerakyatan ini sudah bukan hal yang luar biasa dan istimewa bagi rakyat, karena seringnya dijajakan dalam Pilkada maupun Pilpres. Pada kenyataannya program ini lebih banyak menemui kegagalan atau dilaksanakan setengah-setengah.

Untuk Kaum Perempuan dan Kaum Buruh yang Berjuang

Judul Buku              : Ibunda Penulis                     : Maxim Gorki Penerjemah             : Pramoedya Ananta Toer Penerbit                   : Kalyanamitra, Jakarta Cetakan                  : Kedua, Juni 2002 Tebal                       : xxi + 513 halaman; 21 cm IBUNDA dan Kebangkitan Perempuan Indonesia Oleh: Melani Budianta APA RELEVANSI novel Ibunda karya pengarang revolusioner Rusia, Maxim Gorki pada akhir tahun 2000? Ketika blok komunis dan sosialis di Eropa Timur dan Barat runtuh tembok-temboknya dan Cina membuka pintunya kepada pasar, apa maknanya membaca kembali karya yang telah mencuat sebagai prototype novel revolusi...

CINTA

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? ketika kita menangis? ketika kita membayangkan? Itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat. Ketika kau menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan mu, kau bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan cinta. Ada hal2 yang tidak ingin kau lepaskan, seseorang yang tidak ingin kau tinggalkan, tapi melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan suatu awal kehidupan baru, kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti, mereka yang telah dan tengah mencari dan mereka yang telah mencoba. karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

Jelang 10 November: Kutuk Aparat Polisi, BEM STAIN Gelar Aksi di Depan Kampus

Kutuk Aparat Polisi, BEM STAIN Gelar Aksi di Depan Kampus Hari ini (Senin, 01/11), jam 10.00 Wita, BEM Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Datokarama Palu menggelar aksi di depan kampus. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kecaman terhadap tindak represi aparat pada aksi sebelumnya empat hari yang lalu. Dilaporkan pula, Supriadi, mahasiswa Universitas Al-Khairaat (UNISA) Palu sampai hari ini belum dapat berjalan akibat kekerasan aparat polisi dalam aksi 28 Oktober lalu. Turut pula unsur-unsur organisasi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa Indonesia (AMPIBI) menghadiri aksi mimbar bebas yang diwarnai dengan aksi bakar ban itu.